Dibalik keramaian Bali

Julukan dari pulau Bali yang terkenal adalah Bali Pulau Dewata, karena Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu memiliki banyak pura dan Dewa. Tapi julukan itu hanya sebutan, banyak orang yang hanya mengenal Bali sebagai tempat jalan – jalan, kuta, dugem, pantai, bikini, sexy dan bersenang – senang; jarang ada yang mengetahui bahwa di Bali juga kental hal – hal spiritual, mulai dari kesehatan spiritual, kedamaian hingga yang berkaitan dengan agama banyak sekali yang berkembang di Bali, dan semua itu tidak hanya berasal dari dalam Indonesia bahkan juga dari luar Indonesia-misalnya : Hindu, Islam, Kristen, Protestan, Buddha, Hare Krisna, Maitreya, Kong Hu Cu, hingga Yoga, meditasi seperti Vipassana, Samatha, Kundalini, dan masih banyak lagi–dan semuanya berusaha memberikan kebaikan dan kedamaian kepada orang yang mengenal dan belajar. Baca tulisan ini lebih lanjut

Ternyata ada bedanya, tapi bukan membeda – bedakan

Dilihat dari judulnya–banyak sekali kata “beda” muncul, yah karena memang itu yang akan dibahas–sebagai orang Asia pernah ngak merasa bahwa orang “barat” atau “bule” itu berbeda – beda? jujur saya sendiri merasa sama saja, semua orang “barat” / “bule” itu tinggi, rambut berwarna, mata berwarna, badan besar. Kalau ditanya mengenai sesama orang Asia? wah, kalau yang ini saya tahu jelas bedanya–kalau orang Jepang, umumnya postur tubuh agak pendek, kulit putih, hidung mancung dan mata sipit tajam. Kalau orang Cina, umumnya postur tubuh sedang (mirip orang Indonesia), kulit putih agak kuning dan mata sipit sayu–berbeda lagi kalau orang Korea dan orang Indonesia.

Ternyata bagi orang bule, merekapun berbeda – beda–hal ini baru saya ketahui 1 tahun yang lalu ketika bertemu dengan saudara saya dari Australia bersama pasangannya (Australia asli), waktu itu saya sedang mengantar mereka di Airport dan membicarakan tentang pariwisata; kemudian pasangan saudara saya itu mengatakan, “banyak orang Belanda ya disini” (di Airport) trus saya terkaget dan bertanya “Oh, y…kok tau? menurut saya sama saja”–kemudian dia menjelaskan bahwa orang Belanda biasanya berbadan besar, tinggi, kulit putih dan rambut pirang, mata biru; dengan bingung saya menganggukkan kepala (padahal menurut saya yang dia sebutkan itu ciri-ciri bule). Dia juga kemudian menjelaskan kalau orang Amerika begini…begitu, dan kalau orang Australia begini…begitu. Mungkin bagi orang bule orang Asia itu kelihatan sama semua, hahaha…seperti kita melihat orang bule.

Jadi ketika anda jalan – jalan ke luar negeri cobalah perhatikan, mungkin anda bisa menemukan bedanya. Bukan untuk membeda – bedakan, bukan untuk rasis–hanya untuk kenal dan tahu, mengenali indahnya perbedaan di dunia ini. Seperti pelangi, indah karena memiliki berbeda – beda, bermacam – macam warna–dunia juga indah karena adanya perbedaan. Setuju?

Bali dimata Google

Yup, anda tidak salah baca and saya tidak salah tulis–”di mata Google” memang maksud saya demikian. Google sebagai salah satu search engine di internet yang terkenal, sudah umum digunakan orang untuk melakukan pencarian di internet; bahkan di beberapa daerah Google telah menjadi kata kerja “Googling” dan kalau di Indonesia, Google telah menjadi sosok / tokoh (mbah Google, om Google, dll).

Jadi tentu saja yang saya maksudkan adalah bagaimana orang umumnya mencari tentang Bali di Google; Penelitian singkat ini saya lakukan di 2 bagian Google yaitu .com (Google Internasional) dan .co.id (Google Indonesia). Keduanya saya pisahkan karena mempengaruhi data yang digunakan untuk pencarian; kalau yang internasional, sistem akan lebih condong pada data Internasional sedangkan kalau yang Indonesia data condong pada data-data pencarian yang berasal dari Indonesia. Ok langsung saja…

Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.