Dibalik keramaian Bali

Julukan dari pulau Bali yang terkenal adalah Bali Pulau Dewata, karena Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu memiliki banyak pura dan Dewa. Tapi julukan itu hanya sebutan, banyak orang yang hanya mengenal Bali sebagai tempat jalan – jalan, kuta, dugem, pantai, bikini, sexy dan bersenang – senang; jarang ada yang mengetahui bahwa di Bali juga kental hal – hal spiritual, mulai dari kesehatan spiritual, kedamaian hingga yang berkaitan dengan agama banyak sekali yang berkembang di Bali, dan semua itu tidak hanya berasal dari dalam Indonesia bahkan juga dari luar Indonesia-misalnya : Hindu, Islam, Kristen, Protestan, Buddha, Hare Krisna, Maitreya, Kong Hu Cu, hingga Yoga, meditasi seperti Vipassana, Samatha, Kundalini, dan masih banyak lagi–dan semuanya berusaha memberikan kebaikan dan kedamaian kepada orang yang mengenal dan belajar. Baca tulisan ini lebih lanjut

#3 Pesta Kesenian Bali : Tari Kreasi

Mohon maaf karena beberapa waktu kemarin tidak sempat menambahkan materi baru, beberapa waktu lalu sempat sakit karena pulang kerja langsung ke PKB sampai malam^^ untungnya sekarang sudah sembuh dan bisa kembali menambahkan info untuk anda semua…

Di pesta kesenian Bali ternyata tidak hanya kesenian tradisional yang diperlihatkan, tapi juga kesenian kreasi. Misalnya salah satu yang saya tonton beberapa waktu lalu adalah tari kecak kreasi–tariannya mirip sekali dengan kecak, namun kalau tari kecak biasanya menggambarkan kisah Ramayana maka tari kecak ini tidak. Tapi ternyata tetap bisa menarik perhatian penonton.

Kecak yang ada sekarang aslinya berasal dari tahun 1930 yang dimainkan umumnya oleh pria dengan duduk melingkar dengan menggunakan kain hitam – putih (poleng) dan mengeluarkan suara “cak” dan mengangkat tangan keatas, menggambarkan Hanuman yang menolong Rama melawan Rahwana. Pada awalnya tarian ini merupakan tarian “mistis” yang kemudian diubah oleh seorang pelukis Jerman bernama Walter Spies (ia sangat tertarik dengan kecak) untuk dipertontonkan kepada wisatawan asing; dan menjadi tari Kecak seperti yang ada sekarang ini.

Baca tulisan ini lebih lanjut

#2 Pesta Kesenian Bali : Riau

Ternyata tidak hanya kebudayaan dari Bali saja yang menarik, salah satu acara yang membuat saya rela duduk lama – lama adalah acara dari Riau yaitu Randai Kuantan dengan judul “Bujang Lapuk”. Acara diisi dengan drama dan tari dari Riau–drama yang dibawakan mirip dengan cerita rakyat 7 bidadari dan malin kundang yang terkenal. Apa spesialnya? awalnya saya juga kurang tertarik, karena di awal mereka hanya menari dan menggunakan bahasa daerah yang saya tidak mengerti, tapi setelah diikuti terus dan mulai masuk ke dalam drama ternyata bahasanya mudah dimengerti, lucu dan santai…

Tidak hanya itu, di tengah – tengah drama juga diisi dengan tarian / joget dan musik melayu; yang ternyata ramai dan ceria cocok untuk berjoget–percaya deh, saya aja yang pendiam merasa ingin ikut berjoget (walaupun akhirnya tidak^^). Di awal memang mereka harus mengajak orang untuk berjoget, tapi lama kelamaan setelah penonton merasa nyaman banyak juga yang mau turun dan ikut menikmati musik sambil berjoget.

Sewaktu pementasan para Anak Randai membentuk lingkaran dan menari sambil mengelilingi lingkaran, sehingga pemain tidask berkesan berserakan dan terlihat rapi. Menyaksikan Randai Kuantan kita akan terbuai dan merasakan suasana kehidupan desa. Bermain, kebun karet, bergurau, bersorak sorai serta berbincang, tentu dengan lidah pelat Melayu Kuantan. Sehingga perantau yang pulang kampung ke Rantau Kuantan tak pernah melawatkan pertunjukan ini.

Untuk menyaksikan pertunjukan Randai Kuantan bukanlah hal yang sulit, karena Randai Kuantan sampai saat ini tetap banyak didapatkan di Rantau Kuantan, bahkan pada saat ini hampir setiap desa mempunyai kelompok randai.

Baca tulisan ini lebih lanjut

#1 Pesta Kesenian Bali : Pembukaan

Pesta Kesenian Bali, pembukaan sudah berlalu–Pembukaan dimulai pukul 2 siang jalan – jalan sudah mulai ramai sebelum jam pembukaan, anak – anak, bapak, ibu, bahkan yang sudah tua pun rela berdiri di tepi jalan untuk menonton. Memang untuk orang – orang di Denpasar acara ini sudah populer dan disenangi karena banyak tontonan dan acara yang bisa dilihat selama 1 bulan penuh.

Ketika baru tiba di tempat tujuan untuk menonton festival, ternyata di tempat sudah berkumpul banyak orang–bahkan tempat untuk mengintip di tembok tidak dapat. Terpaksa duduk-duduk sebentar sambil mencari ide atau tempat untuk dipanjat; hingga akhirnya menemukan pagar yang bisa diloncati (jangan ditiru^^) untuk mencapai tempat yang startegis dipinggir jalan. Akhirnya lumayan senang bisa mendapat tempat ditepi jalan dan dapat melihat dari dekat pawai dan orang – orangnya.

pesta kesenian bali 2010

PKB 2010

barong di pesta kesenian bali 32

PKB 32

Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.